Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2020
                                                  ’’ Malam yang tak pernah pagi’’                    (Oleh: OmKing19)   Kota ku sepi hanya terdengar lolongan anjing dari kejauhan yang memberi isyarat bahwa sudah seharusnya aku menuju ke tempat pembaringan. malam itu sekitar pukul 21.00 tepatnya hari kamis, aku masih saja berdiam diri di depan teras kos dengan berkawan secangkir kopi. Sementara teman temanku yang lain sudah tertidur lelep. Tak seperti biasanya, Akupun tak tau harus kemana dan buat apa, percuma saja kurebahkan tubuhku kalau mata tak mampu kupejam. Seperti menahan sakit dengan tertawa. Tak lama kemudian ponselku berdering, ada sms rupanya dan kubuka eeee si dia. Begini isi pesannya: ’ mlm kk datang di kos sekarang, aku sendiri ni.’........ .tanpa berlama lama lagi langsung saja k...
                   Untukmu yang Di Surga                 _______________________ Aku tak pandai maramu kata menjadi nada yang indah Aku tak pandai memilih diksi menjadi aliterasi yang rapi Rinduku tak bertepi. Hangat hafas yang masih terasa Mengingatku arti sebuah rasa Yang tak bisa ku hempas ke dalam lupa Mataku terus berkaca. Hanya doa kecil di penghujung malam Dalam ujudku yang tak berujung Dihari yang istimewa ini Selamat dan bahagia di Surga........ #mama
                     Untukmu Dimeja Hijo Kim..... Kau begitu lihai mainkan pena Lahirkan kata dari rahim dusta Kau baringkan kata diatas meja Penuh makna, tapi sayang aku tak megerti metafora. Tidurlah........ Hingga kata itu mimpi basah Paginya.... Tengoklah kopi yang baru diseduh.... Minumlah jika kau merindu, dadu Ohhh ia ada uang seribu... Mungkin bisa membeli pikiranmu yang buntuh.... Kim..... Jangan lupa cuci celana beserta isinya Jangan kau ketuk salah palumu, nanti kau malu Untuk mimpi tadi malam, tak perlu kau ingat lagi..... Kau hanya butuh waktu untuk berdoa..... #Hak 💫Beratkiri #Ki m
         Disaat Dua ribu harus memilih         _____________________________ Anatara peti kolekte, bayar parkiran, dan sebatang rokok. Dua ribu yang disaku masih utuh Tapi aku masih ragu bercampur pilu Ahh dua ribu tak perlu tau kalau aku candu,  tapi aku perlu tau penjaga parkir juga ikut merindu dua ribu..... Sementara..... Peti kolekte ? Kau tak perlu ragu, ada sejuta doa dan hati yang utuh untukmu sore ini.hangat doa dan manis puisi, teguhkan hati yang masih menyimpan janji Kemanakah dua ribuku akan jatuh Biarlah tukang parkir yang melebur rindu bersama dua ribu. Dan Biarlah aku pulang dalam rindu dan candu. #kautakperlutau

Negeri Di Selangkangan

                                        Lonte Pasar Baru                                       _________________ Redup lampu dimalam sunyi Terbaring lemas menanti pagi Gadis gadis kecil menjajakan roti Berharap pulang membawa sedikit rezeki Tak ada tamu malam ini, gumamnya sembari menggaruk paha Tak ada kabar dari ayah, saudara Dia sendiri malam ini Berteman kopi dan asap halusinasi Dada terisak mendesak Memaksanya pulang ke seberang Tidurnya tak pernah lelap Ada hati yang terus berharap Dihati kecil yang terkucil Ada seutas doa kecil Berharap ada teduh membasu peluh Tenangkan hati yang sedikit pilu Sayang...... Negeri ini makin kacau Tuangkan cawan di meja istana Sudut ibu kota penuh tanda tanya Mengapa........... Lampuku remang tak pernah terang ...

Pemilik Rindu Malam Itu

                                          Priaku... Barangkali hanya sejumput harap dalam derap yang meluapkan banyak rindu Dan kangen pada malam ini. Tak tau mengapa memikirkanmu menjadi hobyku akhir-akhir ini. Seperti ruang selebar pandang antara mata Dan kau mekar menjadi cita Dan cintaku. Lagi seikat mawar aku menepis bayangmu langit yang berhias wajahmu, perlahan gelap berganti malam. Senyum yang tercurah dari bibir tipismu memburu mati ketika kabut membubung. Kuberharap besok pagi kau yang tumbuh jadi bintang pagi subuh yang indah setelah malam ini kau jadi sepotong mimpi yang rupawan untuk angan Dan inginku. Dalam segelas anggur Ada cuka yang pahit melebur. Dalam secawan awan Ada hujan yang sendu meratapi diri. Dalam sepotong foto hitam putih Ada kau yang manis menyentuh hati. Yang lupa digoresi cat merah sebagai luka. #izinshare🙏

Rindu yang beku

                "Rumah tak bertuan" Kita adalah sepasang luka yang saling melupa. Sepasang juang yang terus berjuang, Aku tak cukup kuat nanggung rindu yang terus menggebu. Entah mengapa Bilur bilur ini terus melebar dan memaksaku untuk pergi. Kita candu dalam merindu, tapi tak bisa hadirkan temu. Kau adalah embun di atas daun, sementara  Aku hanyalah ranting kering diatas tanah basah Yang Perlahan lapuk tak membentuk Menyisahkan bekas dan terus membekas. Kita tak perlu asing .... Cerita kita tak cukup dikisahkan Sudah cukup kita dengan retorika Yang selalu berujung luka Pulanglah ..... Ada rumah yang harus kita huni Memang agak sepi, dan sunyi Sedikit tua dengan petua Agar kita bisa menguba rupa. Rumah takbernama...untuk sebuah nama. Antara kau dan aku seperti bayang semu yang kaku Rumah dan rinduku tak bertuan. #sedikitmikir #Capten19