AKU SI PEMULUNG RINDU Gadisku terselip fotomu Dihalaman tengah buku harianku Seperti kepakan sayap merpati istana Begitulah jantungku bedetak menembusi dada Kau tak pernah menyimpulkan waktu untuk kita bersua Mengobati luka saat rindu menyiksa Sementara aku masih menyimpan sejuta doa Untuk malam panjangmu biarkan kita bersua dalam dimensi rasa Maafkan pagiku yang penuh lugu dan candu Atas segala rindu aku mengadu Pada waktu yang selalu menghujamku Kenangmu abadi sepanajang doa malamku tak banyak kata frasa ataupun sejuta bunga Pucuk pucuk cemara jingga yang semakin menua Takan pernah gugur menyisahan aroma rasa Hanya esa dalam doa seemoga yang kuasa kita bersua Mencari rupa dalam doa sepanjang malam Mengumpulkan kenangan yang berserakan sepanjang malam Rinduku sudah terisi penuh atas sejumput harap yang kau dekap Nyatanya Kau ...
"Akupun tak pernah tau apa yang ku tulis" Karena sejatinya tulisanku adalah sisa tinta tulisanmu yang ku gores dalam secarik hati dan sepenggal rasa di penghujung mimpi.