Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2020

Kamu Dan Halu yang kaku

         AKU SI PEMULUNG RINDU Gadisku terselip fotomu  Dihalaman tengah buku harianku Seperti kepakan sayap merpati istana  Begitulah jantungku bedetak menembusi dada Kau tak pernah menyimpulkan waktu untuk kita bersua  Mengobati luka saat rindu menyiksa   Sementara  aku masih menyimpan sejuta doa  Untuk  malam panjangmu biarkan kita bersua dalam dimensi rasa Maafkan pagiku yang penuh lugu dan candu  Atas segala rindu aku mengadu  Pada waktu yang selalu menghujamku  Kenangmu abadi  sepanajang doa malamku  tak banyak kata frasa ataupun sejuta bunga Pucuk pucuk cemara jingga yang semakin menua Takan pernah gugur menyisahan aroma rasa   Hanya esa dalam doa seemoga yang kuasa kita bersua Mencari rupa dalam doa sepanjang malam  Mengumpulkan kenangan yang berserakan sepanjang malam Rinduku sudah terisi penuh atas sejumput harap yang kau dekap Nyatanya Kau ...
                           Surat untuk Tuan Muda               ------------------------------------- Menghitung kenangan yang jatuh Layaknya menghitung puntung pada asbak kota Menyisahkan bau bisingan, polusi, ambisi  seperti sampah jalanan aku kelaparan di negeriku sendiri kamu terlalu sibuk bermain politik hingga lupa mendidik revolusi kunanti sementara kau sibuk goyang itik bunyi senjata terus menukik  lihatlah ditengah kota air mata bercampur dara, derita bunyi musik ditengah istana terus mengusik bayi bayi malang meringkik  adakah nasi sisa di istana sekedar menutup cerita dukaku aku terus memanjakan diri kapan kau datang kemari #koranpagi