(catatan maret OmHiro) Februari makin menua dan dia akhiri tanpa banyak keriuhan. Pucuk maret mulai tumbuh dengan subur, dan maret sebagai bulan yang masuk diam-diam dan seperti sungkan. Setidaknya itu yang dia rasakan. Tunas-tunas muda mulai muncul seperti jamur dimusim hujan. Hadiah berupa kado yang sangat istimewah sudah disiapkan untuk diberikan pada saat hari ulang tahunnya. Dia tak sadar kalau maret meyeretnya makin jauh dan mulai rapuh. Belum lagi usianya yang masih sangat muda, bertanya kabar yang sebelumnya terasa seperti basa-basi dan situasi pandemi menjadi punya arti, mendalam dan membawa banyak konsekuensi. Salsa gadis belia yang pintar dan cerdas, akan meyelesaikan studinya bulan depan di salah satu sekolah terkenal di ibukota. Pagi ini ketika ia hendak kesekolah, gerimis turun seperti tergesa-gesa dan tak lama gerimis pun sirna...
"Akupun tak pernah tau apa yang ku tulis" Karena sejatinya tulisanku adalah sisa tinta tulisanmu yang ku gores dalam secarik hati dan sepenggal rasa di penghujung mimpi.