Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2021

Sajak hujan dan kamu I

  Apa yang dirindukan dari sesuatu tentang hujan, Rindu, Rindu itu abstrak. aroma hujan yang sejuk sekali ketika dia sudah basahi apa yang ada dibumi Suasananya bahkan beda Kita akan melihat dua hal yang kontras, Yaitu ada daun yang jatuh tergeletak di saat yang sama ada pucuk yang sedang menyapa. Dan jika tidak sengaja kamu kehujanan itu doa dari seseorang yang terkabulkan.  Karena ia sedang merubah diri menjadi hujan agar dapat menyetuh dirimu sebabasnya  Walau begitu basahlah secukupnya.  Bila terlalu lama kau akan sakit.  Demikianpun rindu.  Jika tidak dibalas dia akan membuatmu gila dan bahkan membuatmu terpuruk.   Hujan itu datang seakan seberkas rindu yang akan megatakan  betapa hati  menunggu dan kisah yang tak pernah ada habisnya. Dia memelukku lalu menangis. Dalam pelukanku ia berkata aku benci hujan.  Hujan menyeretku ke masa lalu.  Kubiarkan dia menangis.  Sesaat setelah ia tersenggal, ku raih kedua pipinya....

DONGENG TENGAH MALAM

   "Malam gelap hujan deras dingin menusuk tulang Senyum ibu membias terpancar kesudut sudut istana Dari kaki hingga kepala kami gemetar dengan irama tak tentu  Dengan Nada lembut dan halus dongeng  pertama dimulai"                 "   KEKASIH GELAPKU" Waktu terus berlalu sementara kau tak pernah merayu Menuai inginku dan mencumbui masa lalu tanpa ragu  Kau nampak pilu dan malu saat kita bertemu di ruang rindu Gumamku, begitu caramu bercinta tanpa berpura pura lugu Dua minggu kemudian kami bercinta lagi ditengah wabah dengan rama  Menghabisi waktu dengan teliti agar tidak tertangkap basah Kini kami jadikan rutinitas untuk segala hasrat dan cinta yang membabibuta  untuk surat cinta yang ditulis diam diam mohon dibaca, lalu kotak sampah. Sudah lama kita bercinta hingga anak cucu menelan derita  Rupanya negeri kita sedang berduka, budak istana kehilangan tahta. Sementara penguasa sibuk bermain drama...