Surat untuk Tuan Muda
-------------------------------------
Menghitung kenangan yang jatuh
Layaknya menghitung puntung pada asbak kota
Menyisahkan bau bisingan, polusi, ambisi
seperti sampah jalanan aku kelaparan di negeriku sendiri
kamu terlalu sibuk bermain politik
hingga lupa mendidik
revolusi kunanti sementara kau sibuk goyang itik
bunyi senjata terus menukik
lihatlah ditengah kota
air mata bercampur dara, derita
bunyi musik ditengah istana terus mengusik
bayi bayi malang meringkik
adakah nasi sisa di istana
sekedar menutup cerita dukaku
aku terus memanjakan diri
kapan kau datang kemari
#koranpagi

Komentar
Posting Komentar