_Sajak yang diacak_
CINTA DISEPERTIGA MALAM
Entah harus mulai dari mana
Mereka sesuatu yang pernah ada
Bait bait indah bermadah menggema
Di selah selah kata mutiara yang patah menyisahkan luka
Menyisir setapak jalan penuh dosa
Doa-doa menyapa semesta raya
Berawal dari kata ragu hingga napas malu-malu
Kau asuh, kau rangkul degan pelukan paling hangat
Aroma dada dan wangi rambut tanda kasih tak pernah usai
Kini oktober semakin menua menyisahkan cerita
Tentang petua dan doa-doa kecil di penghujung malam buta
biarkan aku memeluk erat tubuhmu dalam bayang-bayang semu
sekedar melepas rindu tentang kita yang dulu bersembah pilu menyapa seribu tahu.
Disepertiga malam kelam tak berbintang kau datang memberi terang
Hingga mawar bermekaran memberikan aroma....cinta pada tanah dan nisan yang kian memudar....
Merpati merpati bernyanyi terbang melayang ke sudut sudut kota
Ada pesan tentang kabarmu yang kaku diujung kalbu
Hingga waktu menyatu pada temu, kamu yang utuh....
Kemarin yang dingin, dan kita yang ingin
Sekedar bersua menatap rupa meski sesebentar tanganku gemetar, saat jemari menjalar pada nalar yang tak lagi benar.
Sabtu sore......
Kita masih sama sama menikmati hangat kopi, dan asap dapur yang mengepul
Pada hiruk pikuk tetangga, tangisan gerimis mengemis.....
Minggu pagi yang sunyi tak hanya mimpi dan wangi puisi
Tak hanya rupa ataupun doa-doa dan ayat cinta yang sirnah....
Kaupun ikut pergi...
#IBU
Komentar
Posting Komentar