Langsung ke konten utama

DONGENG TENGAH MALAM

  



"Malam gelap hujan deras dingin menusuk tulang

Senyum ibu membias terpancar kesudut sudut istana

Dari kaki hingga kepala kami gemetar dengan irama tak tentu

 Dengan Nada lembut dan halus dongeng  pertama dimulai"


                "  KEKASIH GELAPKU"


Waktu terus berlalu sementara kau tak pernah merayu

Menuai inginku dan mencumbui masa lalu tanpa ragu 

Kau nampak pilu dan malu saat kita bertemu di ruang rindu

Gumamku, begitu caramu bercinta tanpa berpura pura lugu


Dua minggu kemudian kami bercinta lagi ditengah wabah dengan rama 

Menghabisi waktu dengan teliti agar tidak tertangkap basah

Kini kami jadikan rutinitas untuk segala hasrat dan cinta yang membabibuta

 untuk surat cinta yang ditulis diam diam mohon dibaca, lalu kotak sampah.


Sudah lama kita bercinta hingga anak cucu menelan derita 

Rupanya negeri kita sedang berduka, budak istana kehilangan tahta.

Sementara penguasa sibuk bermain drama, rupiah hilang arah 

Mari kita rentangkan tali BH dan angkat celana dalam untuk merdeka.


Dongeng pertama usai sementara kau sudah tertidur pulas

Apa kau malas atau tak repot soal selangkangan?

Atau kita  yang buta rasa, hingga lupa cara berdoa, dan memberi petuah?

Doa malam, semoga kita tak tenggelam dalam zaman yang gersang. 


#no drop




Komentar