(catatan maret OmHiro)
Februari
makin menua dan dia akhiri tanpa banyak keriuhan. Pucuk maret mulai tumbuh
dengan subur, dan maret sebagai bulan yang masuk diam-diam dan seperti sungkan.
Setidaknya itu yang dia rasakan. Tunas-tunas muda mulai muncul seperti jamur
dimusim hujan. Hadiah berupa kado yang sangat istimewah sudah disiapkan untuk
diberikan pada saat hari ulang tahunnya. Dia tak sadar kalau maret meyeretnya makin
jauh dan mulai rapuh. Belum lagi usianya yang masih sangat muda, bertanya kabar
yang sebelumnya terasa seperti basa-basi dan situasi pandemi menjadi punya
arti, mendalam dan membawa banyak konsekuensi. Salsa gadis belia yang pintar
dan cerdas, akan meyelesaikan studinya bulan depan di salah satu sekolah
terkenal di ibukota.
Pagi
ini ketika ia hendak kesekolah, gerimis turun seperti tergesa-gesa dan tak lama
gerimis pun sirna. Rupanya bumi sedang dibasuh dan diberi kesempatan untuk
menumbuhkan hal-hal baru dan juga usia baru terutama hal baik dari gerimis dan hujan yang tak kunjung padam.
Kesegaran udara yang muncul setelah gerimis yang tergesa- gesa membuat pagi
terasa berbeda.
Salsa pun sadar kalau hari ini tak jadi ke sekolah,
karena sekarang lagi pandemi jadi salsa sekolah dari rumah, tidak boleh tatap
muka. Seperti itulah kebijakan pemerintah, yang kadang tak terarah hilang
ditelan dusta.
Seminggu
kemudian ketika tiba saatnya, tak ada satupun ucapan selamat ataupun kado yang
datang. Hari itu tepatnya hari minggu, 8 maret 2021 menjadi sejarah isak tangis
dan rasa sedih yang menumpuk di hati gadis itu. Sungguh malang nasibnya. Seperti
mawar yang berguguran dan melati yang layu ditaman. Bertambah kisah sedih dua
bulan lalu ketika ayah dan ibunya
meninggal karena serangan jantung,tetapi dokter memvonis sebagai pasien yang
meninggal karena virus corona. hatinya makin hancur seperti dicabik-cabik
belati. Salsa seorang diri, hati kecil menari di sepanjang kelopak matanya yang
ranum, mencoba menyusuri malam gelap yang tak berbatas. Hari yang istimewa
serasa biasa-biasa saja.
Lima
belas tahun berselang Salsa tumbuh sebagai gadis cantik yang cerdas. Seperti
bunga yang tengah bermekaran dan menarik kupu-kupu untuk hinggap padanya.
Menikah dan punya keluarga bahagia adalah doa yang tak pernah usai
dipanjatkanya, seperti sepi yang tersembunyi diapun sadar jika sendiri lebih
terasa berarti. Kamis pagi lamaran pertama diajukan pada sebuah perusahan
sewasta, namun hasilnya sama saja. Lamaran kedua lagi lagi ditolak dengan
alasan yang tak jelas. Beginilah jika tak punya orang dalam, gumamnya dalam
haati. Salsa baru saja melalui minggu yang berbeda, dua bulan berturut dia
lewati tanpa riuh-rendah dan keramaian seperti layaknya remaja pada umumnya. Sendiri
dibalut sepi dan hujan yang nampak sia-sia, selepas senja mengantar malam . Salsapun
mulai menekuni dunia musik.
Malam-malam
panjang dilantunnya lagu pembangunan dengan tempo lambat menghambat petikan
kedua pada tali gitarnya yang hampir putus. Kunci minor tak pernah dimainkanyan
lantaran nada yang dipilihnya tak pernah sampai pada bunyi yang maksimal. Ingin
dipecahkannya gitar itu, namun hanya akan sia-sia dan tak ada lagi teman
dikalah gerimis, menghabiskan secangkir kopi dan lagu-lagu penyesalan mulai
berdarah lagi. Bertahun kemudian, ketika Salsa sudah menjadi penyanyi terkenal,
albumnya laris manis dipasaran, dan begitu banyak orang yang senang menikmati
lagu-lagunya, Salsa justru memilih berhenti menyanyi. Dari semua lagu ciptaanya
tak ada satupun bertema perlawanan.
Salsa sadar bahwa segelas kopi bernada do re
mi akan selalu punya arti dibanding janji sunyi yang bergema di sudut hati,
belum lagi harta yang berlipat ganda belum tentu membawahnya ke puncak bahagia.
Sama halnya menari-nari dipesisir pantai dengan mata tertutup dan dengan
gelombang yang tinggi menghimpitnya dari dua sisi. Baginya, ulang tahun
hanyalah menjadi hal terburuk untuk cepat tua. Semoga saja april tidak
membuatnya menggigil lebih lama, hanya saja ia masih nyaman dengan pandemi,
yang melarutkan segala rasa sampai ketitik terendah. Termasuk cinta yang
baginya hanyalah fatamorgana dan angan belaka.
Sampai akhirnya Salsa diangkat untuk menjadi
putri istana.........
(remang-remang ibu kota)

Wow, , semoga April lebih baik dari sebelumnya ya salsa😁
BalasHapus